Isnin, 25 Februari 2013

Cornelius Van Drebbel.. Penemu Kapal Selam


Cornelius van Drebbel, Orang yang Mewujudkan Desain Leonardo da vinci
Kapal selam menjadi alat trans-portasi menarik dengan berba-gai tujuan. Mulai untuk keper-luan militer hingga hiburan. Tapi, siapa sih yang mewujud-kan kendaraan bawah laut itu?

TOKOH yang paling dikenal sebagai penemu kapal selam adalah Cornelius van Drebbel. Awalnya, pembuat sketsa kapal selam adalah Leonardo da Vinci (1452-1519), sedangkan William Bourne merancang rencana pembuatan kapal tersebut (1578). Tapi, yang berhasil membangunnya adalah Cornelius van Drebbel pada 1620.
Awalnya, dia hanya melihat sketsa-sketsa yang dibuat dua temannya itu. Lalu, perlahan van Drebbel mencoba merealisasikan sketsa yang menurutnya unik tersebut. Standar pembangunannya tetap memakai sketsa Bourne. Yaitu, menggunakan prinsip bahwa kapal dapat tenggelam bila tangki diisi air. Apabila kapal akan dinaikkan ke permukaan, tanki air dikosongkan terlebih dahulu.
Lalu, van Drebbel mencoba menerapkan hukum Archimedes dengan memakai dayung sebagai penggerak. Tidak cukup sampai di situ, van Drebbel terus meng-upgrade kapal selam buatannya. Terutama dalam hal desain dengan membentuknya seperti susunan dua perahu dan ditutup kulit.
Lubang-lubang dayungan dibuat lebih rekat sehingga tidak kemasukan air. Van Drebble tidak menggunakan sistem balas, tapi mencoba dengan besi agar perahu lebih mudah menyelam.
Kapal selam itu menjadi kapal selam yang paling tua. Sebab, badannya masih dibuat dari kulit binatang dan rangka kayu. Van Drebbel juga membungkus kayu dasar kapal dengan bahan waterproof dan dayung perahu dengan kulit. Penambahan tabung udara dilakukan van Drebbel untuk menyediakan oksigen.
Perjalanan pertamanya dilakukan bersama 12 pendayung di Sungai Thames. Dalam uji coba tersebut, kapal itu berhasil menyelam sedalam 360-450 cm di bawah Sungai Thames, London, selama 2-3 jam.
Model terakhir yang dibuat van Drebbel mempunyai enam dayung dan dapat menampung 16 penumpang. Kapal itu dapat menyelam selama tiga jam dan belayar hingga 12-15 kaki (4-5-meter) di bawah permukaan air. Track-nya dimulai di Westminster menuju Greenwich pulang pergi.
Kapal selam yang tampak seperti bentuk cerutu tersebut dibuat hidrodinamik. Menurut van Drebbel, hidrodinamik dapat mengurangi hambatan ketika tenggelam. Dengan begitu, kapal dapat tenggelam secara mulus. Kapal selam itu mempunyai kecepatan sekitar 18 km/jam.
Saat ini kapal selam temuan van Drebbel mulai dikembangkan untuk tujuan militer. Terutama sebagai kapal selam perang. Hal tersebut sebenarnya jauh dari keinginan Drebbel ketika pertama membuat kapal selam. Dia tidak ingin kapal selam buatannya menjadi alat pembunuh

Robert Fulton.. Penemu Kapal Api


Robert Fulton (14 November 1765 – 24 Februari 1815) adalah seorang insinyur dan penemu yang secara luas dipuji karena mengembangkan kapal uap pertama yang sukses secara komersial. Di tahun 1800 dia ditugaskan oleh Napoleon Bonaparte untuk merancang Nautilus, yang pertama dalam sejarah kapal selam praktis.
Fulton telah  tertarik pada kapal uap pada tahun 1777 ketika ia mengunjungi William Henry dari Lancaster, Pennsylvania, yang sebelumnya belajar tentang mesi  uap James Watt pada kunjungan ke Inggris. Henry kemudian membuat mesin sendiri dan pada tahun 1767 ia telah mencoba meletakkan mesin ke perahu. Eksperimen itu gagal karena kapal tenggelam, tetapi minatnya terus berlanjut.
Pada 1786, Fulton pergi untuk belajar melukis di Paris, dan di sana ia bertemu James Rumsey, yang duduk untuk potret di studio Benyamin Barat di mana Fulton adalah seorang murid. Rumsey adalah seorang penemu dari Virginia yang mengelola sendiri kapal uap pertama di Shepherdstown (sekarang di West Virginia) pada tahun 1786. Pada awal 1793, Fulton mengusulkan rencana untuk kapal bertenaga uap baik Amerika Serikat dan pemerintah Inggris, dan di Inggris ia bertemu dengan Duke of Bridgewater, yang kanal digunakan untuk pengadilan terhadap uap menarik, dan yang kemudian memerintahkan kapal penarik uap dari william Symington. Symington telah berhasil mencoba kapal uap pada 1788, dan tampaknya mungkin bahwa Fulton menyadari perkembangan ini.
Percobaan pertama yang berhasil lari dari sebuah kapal uap telah dibuat oleh penemu John Fitch pada Sungai Delaware pada 22 Agustus 1787, di hadapan delegasi dari Konvensi Konstitusional. Hal ini didorong oleh bank dayung di kedua sisi kapal. Tahun berikutnya Fitch meluncurkan 60 kaki (18 m) perahu diaktifkan oleh mesin uap mengemudi mount beberapa dayung buritan. Mengayuh dayung ini dengan cara yang mirip dengan gerakan kolam kaki bebek. Dengan perahu ini ia membawa tiga puluh penumpang pada berbagai round-trip perjalanan antara Philadelphia dan Burlington, New Jersey.
Fitch diberikan hak paten pada 26 Agustus 1791, setelah pertempuran dengan Rumsey, yang telah menciptakan penemuan serupa. Sayangnya yang baru dibentuk Komisi Paten tidak penghargaan monopoli paten yang luas bahwa Fitch sudah minta, tapi paten jenis modern, untuk desain baru Fitch kapal uap. Ini juga diberikan paten untuk Rumsey dan John Stevens untuk desain kapal mereka, dan hilangnya monopoli menyebabkan banyak di Fitch investor untuk meninggalkan perusahaannya. Sementara perahu mekanis berhasil, Fitch tidak membayar perhatian yang cukup kepada konstruksi dan biaya operasi dan tidak bisa membenarkan manfaat ekonomi navigasi uap. Itu Fulton yang akan mengubah ide Fitch menguntungkan dekade kemudian.
Tahun 1797, Fulton pergi ke Perancis, di mana Claude de Jouffroy telah membuat kapal uap yg beroda kerja pada tahun 1783, dan mulai bereksperimen dengan torpedo kapal selam dan kapal torpedo. Fulton adalah penemu panorama pertama akan ditampilkan di Paris, yang selesai pada 1800. Jalan di mana panorama ditunjukkan masih disebut ” ‘Rue des Panorames’” (Panorama Street) sekarang.
Fulton merancang kerja kapal selam pertama, Nautilus antara 1793 dan 1797, ketika tinggal di Perancis. Dia meminta pemerintah untuk mensubsidi pembangunannya tapi ia menoleh ke bawah dua kali. Akhirnya ia mendekati Menteri Kelautan dirinya sendiri dan pada tahun 1800 diberi izin untuk membangun.
Fulton menyajikan  kapal uap nya untuk Bonaparte pada tahun 1803
Di Perancis Fulton juga bertemu dengan Kanselir Robert R. Livingston yang ditunjuk sebagai Duta Besar AS untuk Prancis pada tahun 1801, dan mereka memutuskan untuk membangun sebuah kapal bersama-sama dan coba jalankan di Seine. Fulton bereksperimen dengan air hambatan dari berbagai bentuk lambung, membuat gambar dan model, dan punya kapal uap dibangun. Pada sidang pertama perahu berlari sempurna, tapi lambung ini kemudian dibangun kembali dan diperkuat, dan pada 9 Agustus 1803, perahu ini dikukus sampai Sungai Seine. Perahu itu 66 kaki (20,1 m) panjang, 8 kaki (2,4 m) beam, dan dibuat antara 3 dan 4 mil per jam (4.8 dan 6.4 km / h) melawan arus.
Pada tahun 1806, Kanselir menikah Fulton keponakan Livingston Harriet (yang adalah putri dari Walter Livingston), dan mereka kemudian memiliki empat anak: Robert, Julia, Mary dan Cornelia.
Pada 1807, Fulton dan Livingston bersama-sama membangun kapal komersial pertama, Steamboat Sungai Utara (kemudian dikenal sebagai Clermont), yang membawa penumpang antara New York City dan Albany, New York. Yang Clermont mampu membuat sekitar 300 mil perjalanan di 62 jam. Dari 1811 hingga kematiannya, Fulton adalah anggota Komisi Canal Erie.
Fulton meninggal pada 1815. Ia dimakamkan di Pemakaman Gereja Trinitas di New York City, bersama dengan Amerika terkenal seperti Alexander Hamilton dan Albert Gallatin.

Cerita Galileo Galilei.. Penemu Teleskop


Galilei dilahirkan di Pisa, Italia pada tanggal 15 Februari 1564 dari pasangan Vincenzo Galilei dan Guilia Ammannati. Dia adalah anak pertama dari tujuh bersaudara. Ayahnya adalah seorang musisi dan ilmuwan yang berasal dari keluarga bangsawan.
Masa kecil Galileo dihabiskan dengan belajar di rumah di bawah bimbingan ayahnya. Baru ketika usianya menginjak 11 tahun ia dikirim ke Benedictine Monastery of Santa Maria di Vallombrosa, sebuah sekolah khusus buat anak anak para bangsawan. Di sana Galileo belajar tentang banyak hal, antara lain bahasa Latin, Yunani, agama dan musik. Sejak masa kanak kanak Galileo adalah orang yang tidak mudah menerima kenyataan tanpa bukti.
Kemudian ayahnya mengirimkan Galileo ke Universitas Pisa untuk belajar obat obatan, tetapi ia ternyata lebih menyukai matematika dan fisika. Galileo tertarik dengan teori yang dikemukakan oleh Aristotle, bahwa benda yang beratnya berbeda jika dijatuhkan dari atas, kecepatan jatuhnya ke bawah akan berbeda juga. Sedangkan Galileo beranggapan hujan batu es yang turun sampai ke tanah akan jatuh pada saat yang bersamaan tanpa menghiraukan perbedaan berat batu es tersebut. Galileo kemudian melakukan eksperimen dengan menjatuhkan bola dari puncak Leaning Tower of Pisa. Hasil percobaan itu menjadi sebuah teori baru dalam dunia fisika.
Tahun 1589, pada usianya yang keduapuluh lima, Galileo diangkat menjadi guru besar matematika di Universitas Pisa. Pada masa itu banyak sekali penemuan penemuan baru dalam bidang astronomi, fisika, matematika dan ilmu optik yang terus digali oleh Galileo. Karya Galileo kemudian merambah ke penemuan geometrical dan military compass. Ia juga membuat thermoscope, tripod microscope, telescope.
Teleskop adalah puncak penemuan Galileo. Dengan menggunakan teleskop dalam pengamatan astronomi, ia menemukan bulan bulan jupiter dan bentuk bentuk venus. Ia langsung memahami bahwa bentuk bentuk venus disebabkan oleh matahari yang menyinari planet yang mengelilinginya. Inilah bukti bahwa bumi bukanlah pusat alam semesta. Lewat telescope pula Galileo mengamati dan menggambarkan bentuk bulan, Milky Way, clusters of stars dan fenomena yang menegaskan bahwa tidak hanya bumi yang ada di alam semesta ini. Kebalikan dari system Ptolemaic, Galileo membuat suatu hipotesa bahwa bumi merupakan salah satu dari sekian banyak anggota dari system tata surya.
Ia menyembunyikan temuannya yang dapat dianggap “berbahaya” oleh pihak yang berwajib ini dalam bentuk permainan kata dalam bahasa. Pada tahun 1611 Galileo pergi ke Roma untuk membicarakan temuannya mengenai matahari dan posisinya di alam semesta dengan para pemuka agama. Dewan gereja tidak bisa menerima pandangan Galileo yang didasari teori heliosentris (matahari sebagai pusat peredaran tata surya) dari Copernicus karena bertentangan dengan doktrin gereja yang sudah mapan. Galileo dianggap menentang Gereja dan dijatuhi hukuman tahanan rumah. Ia diasingkan di Siena sampai kemudian kesehatannya semakin menurun bahkan mengalami kebutaan. Akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya di Arcetri, Italia pada tanggal 8 Januari 1642.

Alexander Graham Bell.. Sang Penemu Telepon

 Saat ini komunikasi antar manusia makin mudah karena udah ada fasilitas telepon yang sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Lalu siapa tokoh yang paling berjasa dibalik penemuan telepon? Dia adalah Alexander Graham Bell yang pertama kali menemukan alat komunikasi ini.

Bell lahir pada tanggal 3 Maret 1847 di Edinburg, Scotland. Bell berasal dari keluarga yang sangat mementingkan pendidikan. Ayahnya adalah seorang psikolog dan elocution bernama Alexander Melville Bell, sedangkan kakeknya Alexander Bell merupakan seorang elucution professor. 

Setelah menyelesaikan kuliahnya di University of Edinburg dan University College di London, Bell memutuskan buat menjadi asisten ayahnya. Dia membantu orang-orang yang cacat pendengaran untuk belajar berbicara dengan metode yang telah diterapkan oleh ayahnya, yaitu dengan memperhatikan posisi bibir dan lidah lawan bicara.

Pada saat dia bermukim di London, Bell sempat belajar tentang percobaan yang dilakukan oleh Herman Ludwig von Helmholtz berupa tuning fork dan magnet yang bisa menghasilkan bunyi yang terdengar nyaring. Kemudian baru pada tahun 1865 Bell mempelajari lebih mendalam tentang suara yang keluar dari mulut saat berbicara.

Bell semakin tertarik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan bunyi-bunyian, makanya dia nggak keberatan ketika harus mengajar di Sarah Fuller, Boston yang merupakan sekolah khusus orang-orang tuli pada tahun 1870, selain itu Bell juga bekerja sebagai guru privat. Dan ketika dirinya diangkat menjadi guru besar psikologi di Boston University pada tahun 1873, Bell mengadakan suatu pertemuan khusus buat para guru yang menangani masalah murid-murid yang mengalami cacat pendengaran.

Hampir seluruh hidupnya Bell menghabiskan waktunya untuk mengurusi masalah pendidikan orang-orang yang cacat pendengaran bahkan kemudian dirinya mendirikan American Association to Promote the Theahing of Speech to the Deaf.

Bell mulai melakukan penelitian dengan menggunakan phonatograph, multiple telegraph dan electric speaking telegraph dari tahun 1873 sampai 1976 yang dibiayai oleh dua orang ayah dari muridnya. Salah satu penyandang dananya adalah Gardiner Hubbard yang mempunyai seorang putri yang telinganya tuli bernama Mabel, wanita inilah yang dikemudian hari menjadi istri Bell.


Di kemudian hari Bell mengungkapkan keinginannya untuk menciptakan suatu alat komunikasi dengan transmisi gelombang listrik. Bell pun mengajak temannya Thomas Watson buat membantu menyediakan perlengkapannya. Penelitiannya dilakukan dengan menggunakan alat pengatur suara dan magnet untuk menghantarkan bunyi yang akan dikirimkan, peristiwa ini terjadi pada tanggal 2 Juni 1875. 

Akhirnya terciptalah karya Bell sebuah pesawat penerima telepon dan pemancar yang bentuknya berupa sebuah piringan hitam tipis yang dipasang di depan electromagnet. Baru pada tanggal 14 Februari 1876 Bell mematenkan hasil penemuannya, tapi oleh US Patent Office penemuan Bell ini baru resmi dipatenkan pada tanggal 7 Maret untuk “electric speaking telephone”.

Bell terus memperbarui penemuannya dan untuk pertama kalinya dia berhasil mengirimkan suatu kalimat berbunyi “Watson, come here, I want you” pada tanggal 10 Maret 1876. 

Cerita Thomas Alva Edison


Tommy kecil adalah Thomas Alva Edison yang kita kenal sekarang, salah satu penemu terbesar di dunia. Ia hanya bersekolah sekitar 3 bulan saja, dan secara fisik dirinya agak tuli, namun semua itu ternyata bukan penghalang untuk terus maju berkarya. Ia, Tommy memegang 1.093 hak paten atas namanya.
Ia lahir di Milan, Ohio, Amerika Serikat pada tanggal 11 Februari 1847. Pada masa kecilnya di Amerika Serikat,Edison selalu mendapat nilai buruk di sekolahnya. Oleh karena itu ibunya memberhentikannya dari sekolah dan mengajar sendiri di rumah. Di rumah dengan leluasa Edison kecil dapat membaca buku-buku ilmiah dewasa dan mulai mengadakan berbagai percobaan ilmiah sendiri. Pada Usia 12 tahun ia mulai bekerja sebagai penjual koran, buah-buahan dan gula-gula di kereta api. Kemudian ia menjadi operator telegraf, Ia pindah dari satu kota ke kota lain. Di New York ia diminta untuk menjadi kepala mesin telegraf yang penting. Mesin-mesin itu mengirimkan berita bisnis ke seluruh perusahaan terkemuka di New York.
Dimasa kecil, gurunya sering memarahi dan mengejeknya dengan ; “Seorang murid yang terlalu bodoh untuk mempelajari apa saja.” Tommy sering kali dipanggil dan mendapat julukan bocah idiot oleh gurunya dan teman-temannya, hingga akhirnya ia harus dikeluarkan dari sekolahnya.
Lalu ia pulang ke rumah dengan membawa secarik kertas dari gurunya. Ibunya kemudian membaca kertas tersebut: “Tommy, anak ibu, sangat bodoh, kami minta ibu mengeluarkannya dari sekolah.” Sang ibu terhenyak membaca surat itu, ia segera membulatkan tekad yang teguh, “Anak saya Tommy, bukan anak bodoh. Saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.”
Sang ibu, Nancy Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya, Tommy. Kemudian Nancy Edison memutuskan untuk berhenti sebagai guru dan ia berkonsetrasi untuk mengajar sendiri anaknya baca tulis dan hitung menghitung dengan jalan homeschooling (Sekolah dirumah), karena tak ada sekolah yang mau menerima Tommy, anaknya.
Itulah sekelumit catatan kecil tentang Tommy kecil (Thomas Alva Edison) yang masa kecilnya dianggap bodoh, idiot dan senangnya ber-imajinasi saja di sekolah. Dari balik sobekan kecil cerita diatas tersebut tentunya bisa kita jadikan pelajaran diri, khususnya bagi para orang tua. Yakni pentinting peranan orang tua atas pendidikan anak, jangan semata-mata terlalu dilepaskan kepada pihak sekolah, akan tetapi peranan orang tua masihlah penting untuk memperhatikan pendidikan anak, di sekolah dan di rumah. Jangan sepenuhnya kita limpahkan kepada sekolah atas kecerdasan anak itu sendiri.
Edison dipandang sebagai salah seorang pencipta paling produktif pada masanya, memegang rekor 1.093 paten atas namanya. Ia juga banyak membantu dalam bidang pertahanan pemerintahan Amerika Serikat. Beberapa penelitiannya antara lain : mendeteksi pesawat terbang, menghancurkan periskop dengan senjata mesin, mendeteksi kapal selam, menghentikan torpedo dengan jaring, menaikkan kekuatan torpedo, kapal kamuflase, dan masih banyak lagi. (photo: encore-editions.com)
Edison dipandang sebagai salah seorang pencipta paling produktif pada masanya, memegang rekor 1.093 paten atas namanya. Ia juga banyak membantu dalam bidang pertahanan pemerintahan Amerika Serikat. Beberapa penelitiannya antara lain : mendeteksi pesawat terbang, menghancurkan periskop dengan senjata mesin, mendeteksi kapal selam, menghentikan torpedo dengan jaring, menaikkan kekuatan torpedo, kapal kamuflase, dan masih banyak lagi. (photo: encore-editions.com)
Karier penemuan Thomas Alva Edison diawali setelah membaca buku School of Natural karya RF Parker. Buku tersebut isinya tentang petunjuk praktis untuk melakukan eksperimen di rumah, dan Dictionary of Science. Akhirnya sang ibu, Nancy Edison membangunkan sebuah laboratorium kecil untuk Tommy (Thomas Alva Edison).
Akhirnya Tommy berhasil melewati segala rintangan dan ujian keras yang diterimanya pada masa kecilnya itu. Sang ibu tercinta tidak pernah lelah untuk terus membimbing dan mendidiknya sehingga Tommy berhasil menjadi seorang tokoh di dunia yang disegani hingga sampai saat ini.
Thomas Alva Edison melakukan lebih dari 9.000 percobaan sebelum akhirnya menemukan bola lampu pijar. Bahkan pada saat menemukan bola lampu pijar, dirinya mengalami kegagalan sebanyak 9.998 kali. Baru pada percobaannya yang ke 9.999 dia berhasil secara sukses menciptakan bola lampu pijar yang benar-benar menyala terang. Ia sadar bahwa betapa pentingnya sumber cahaya ini bagi umat manusia.
Thomas Alva Edison menghabiskan 40.000 dollar (senilai dengan Rp.360.000.000,-) dalam kurun waktu 2 tahun untuk percobaan lampu pijar. Sungguh patut direnungkan ketika saat keberhasilan dicapainya. Pada saat keberhasilan itu dicapainya, dia sempat ditanya oleh seseorang ilmuan ternama kala itu, Apa kunci kesuksesannya?. Thomas Alva Edison menjawab dengan nada merendah dan senyumnya yang mempesona banyak orang yang menyaksikan keberhasilannya itu, “Saya sukses karena saya telah kehabisan apa yang disebut kegagalan..”
Kemudian tak lama berselang muncul kembali pertanyaan kearahnya, bahkan saat dia ditanya, Apakan kamu tidak pernah bosan dengan kegagalannya?. Thomas Alva Edison menjawab dengan lugas dan cerdas, “Dengan kegagalan tersebut, saya malah mengetahui ribuan cara agar tidak gagal, dan lampu pijar ini bisa menyala..”
——————
Pada tahun 1928 ia menerima penghargaan berupa sebuah medali khusus dari Kongres Amerika Serikat. Kata kebajikan yang dikenang dari Thomas Alva Edison adalah: “Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras.” | “Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.” | “Saya tidak patah semangat, karena setiap usaha yang salah adalah satu langkah maju.” (photo: mikainkom.com)
Pada tahun 1928 ia menerima penghargaan berupa sebuah medali khusus dari Kongres Amerika Serikat. Kata kebajikan yang dikenang dari Thomas Alva Edison adalah: “Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras.” | “Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.” | “Saya tidak patah semangat, karena setiap usaha yang salah adalah satu langkah maju.” (photo: mikainkom.com)
Thomas Alva Edison (lahir 11 Februari 1847 – meninggal 18 Oktober 1931 pada umur 84 tahun) adalah penemu dan pengusaha yang mengembangkan banyak peralatan penting. Si Penyihir Menlo Park ini merupakan salah seorang penemu pertama yang menerapkan prinsip produksi massal pada proses penemuan.
Sebagai catatan sejarah pada diri Thomas Alva Edison yang perlu kita ketahu seharusnya adalah, Pada tahun 1870 ia menemukan mesin telegraf yang lebih baik. Mesin-mesinnya dapat mencetak pesan-pesan di atas pita kertas yang panjang. Uang yang dihasilkan dari penemuannya itu cukup untuk mendirikan perusahaan sendiri. Pada tahun 1874 ia pindah ke Menlo Park, New Jersey. Disana ia membuat sebuah bengkel ilmiah yang besar dan yang pertama di dunia. Setelah itu ia banyak melakukan penemuan-penemuan yang penting. Pada tahun 1877 ia menemukan Gramofon. Dalam tahun 1879 ia berhasil menemukan lampu listrik kemudian ia juga menemukanproyektoruntuk film-film kecil. Tahun 1882 ia memasang lampu-lampu listrik di jalan-jalan dan rumah-rumah sejauh satu kilometer di kota New York. Hal ini adalah pertama kalinya di dunia lampu listrik di pakai di jalan-jalan. Pada tahun 1890, ia mendirikan perusahaan General Electric.
Edison dipandang sebagai salah seorang pencipta paling produktif pada masanya, memegang rekor 1.093 paten atas namanya. Ia juga banyak membantu dalam bidang pertahanan pemerintahan Amerika Serikat. Beberapa penelitiannya antara lain : mendeteksi pesawat terbang, menghancurkan periskop dengan senjata mesin, mendeteksi kapal selam, menghentikan torpedo dengan jaring, menaikkan kekuatan torpedo, kapal kamuflase, dan masih banyak lagi. Dan ia meninggal pada usianya yang ke-84, pada hari ulang tahun penemuannya yang terkenal, bola lampu modern.